BUNG KARNO DAN MARHAENISME

Posted: 27/10/2011 in Tak Berkategori
Bung Karno

Bung Karno

Semenjak usia muda telah merasakan paihit getirnya perjuagan Bangsa. Penderitaan demi penderitaan terus dialaminya, dipisahkan dari keluarga ,dibuang dan diasingkan kedaerah terpencil sudah menjadi hal yang biasa baginya.

Masuk keluar penjara sudah menjadi resiko yang dihadapi. Ia menjadi bagian penting dari setiap fase perjalanan sejarah Bangsa.

Pembicaraan tentang pelaku dan sejarahIndonesia  terasa kurang tanpa menyebut namanya. Nama itu adalah Sukarno, atau yang dikenal dengan sebutan Bung Karno.

 

Dalam suasana belenggu kaum Imperialis yang mencengkram dibumi pertiwi saat itu. Selesai menamatkan pendidikan diTECHNISEHOERGERESCHOOL(sekarang ITB ) , dalam perjalanan bersepeda mengelilingi persawahan di sebuah dusun yang subur di jawa barat, pandangan Sukarno terpana pada seorang bapak petani yang sedang menggarap sawah.

Sejenak Bung Karno menghampiri. Dan berdialog dengannya, menanyakan nama, dan petani itupun menyebutkan bahwa namanya MARHAEN, berikutnya Bung Karno menanyakan siapa pemilik tanah yang digarapnya, kemudian dijawab bahwa pemilik tanah tersebut adalah MARHAEN sendiri, dan alat untuk tanah (cangkul) juga milik MARHAEN sendiri.

Terlintas dalam benak Bung Karno bahwa yang punya tanah marhaen, yang menggarap tanah marhaen, yang punya alat untuk menggarap juga marhaen, tapi kenapa kok tetap      miskin ?. Dan ini cermin dari marhaen-marhaen yang alain.

Semua ini terjadi karena pengaruh dan ulah kaum Imperialis pada saat itu.

Hal inilah yang kemudian hari menjadi dasar yang mengilhami satu ajaran/ paham yang disebut MARHAENISME.

  1. MARHAEN adalah nama orang
  2. MARHAENIS adalah orang yang berpaham marhaenisme. (pengikut idiologi marhaen)
  3. MARHAENISME adalah ajaran / paham / idiologi marhaen.

 

Pada tanggal 4 juli 1927 Bung Karno mendirikan Partai Nasional Indonesia (PNI)

Dengan platform marhaenisme. Mengidentifikasikan dan berorientasi kepada nasib rakyat kecil dengan slogan :  “ANTI KEMISKINAN “.

Bung Karno adalah seorang pemimpin yang sangat mencintai wong cilik.

Pada perkembangan berikutnya prinsip marhaenisme adalah

“SosioNasionalisme”,”Sosio Demokrasi” dan “Gotong Royong:” .Konsepsi ini dikemudian hari menjadi embrio idiologi yang kita sebut sebagai idiologi PANCASILA.

Pertama sekali Bung Karno menyampaikan pidatonya didepan sidang umum BPUPKI (Badan Perancang Usaha-Usaha Persiapan KemerdekaanIndonesia) pada tanggal 1 Juni 1945. Tidak disangsikan lagibahwa tanggal 1 juni 1945 adalah hari lahirnya Pancasila.

 

Bung Karno tidak mau disebut pencipta Pancasila, tapi sebagai “PENGGALI PANCASILA” PENGGALI !!!. Namun peran-peran positif Bung Karno telah Terdistorsi oleh praktek-praktek DE Sukarnoisasi oleh Rejim Suharto.

 

Pancasila hanya diperingati pada tanggal 1 oktober saja, sebagai hari kesaktian Pancasila. Sedang hari lahirnya Pancasila tanggal 1 Juli tidak pernah ditonjolkan  bahkan Pancasila dibuat berbagai macam versi yang membingungkan !. Namun “ sejarah tetap sejarah “ tidak bisa dibelokkan !. bahwa “ Pancasila adalah Bung Karno dan “ Bung Karno adalah Pancasila “.

 

Tahun         1927   : Bung Karno tampil menyelamatkan perjuangan pergerakan Nasional

Yang sedang kehilangan arah dan kegairahan.

 

Tahun         1945   : Bung Karno menyampaikan konsepsi Pancasila dan berhasil

meredakan pertentangan antar kelompok yang semarak saat itu.

Sehingga tercipta kondisi yang kondusif untuk memproklamasikan

Kemerdekaan Bangsa.

 

Tahun         1959   : Ketika kehidupan politik macet, perpecahan antar parpol semakin

memuncak dan ancaman kudeta diberbagai daerah meningkat, Bung

Karno tampil sebagai penyelamat dengan konsepsi kembali ke UUD

45.

 

Bung Karno merupakan simbol NasionalismeIndonesia, Ia berhasil menjembatasi perbedaan-perbedaan yang  tercipta diantara suku, agama, dan golongan yang ada diIndonesiadan menenemkan kepada mereka kesadaran tentang satu bangsa,BangsaIndonesia.

 

Roda sejarah menghantarkannya menjadi figur sentral dalam proses-proses penting berdirinya negara ini. “Memproklamirkan Kemerdekaan “, Merumuskan perangkat-perangkat kenegaraan”, serta memimpin perjuangan diplomasi untuk mempertahankan kemerdekaan dimasa Revolusi Pisik “.

 

Dalam gerakan Nasionalisme negara-negara ketiga kepeloporan Bung Karno sangat menonjol bahkan diakui sebagai salah seorang pemimpin terkemuka sejajar dengan Joseph Broz Tito (Yugoslavia), Gamal Abdul Nasser (Mesir), Nkauman (Rusia) dan Nehru (India).

 

Bagi generasi muda gambaran pribadi semacam iniadalah sumber inspirasi, kebanggaan dan menjadi muara atas pencarian terhadap figur-figur yang akan mereka jadikan sebagai panutan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s